Rabu, 01 Januari 2014

Penerapan Budaya 5R dalam Usaha Bisnis Ritel



5R dikenal sebagai salah satu budaya kerja dari negara Jepang yang sudah melegenda. 5R berasal dari 5 kata dalam bahasa Jepang, yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Kelima kata itu kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, 5S itu diterjemahkan sebagai 5R, Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Banyak perusahaan sudah mengadopsi budaya kerja 5R ini. Secara tidak disadari, 5R akan membentuk suatu budaya kerja yang sangat bermanfaat. Bahkan 5R mampu digunakan sabagai salah satu tools untuk meningkatkan laba perusahaan.
Menurut survei yang saya lakukan di salah satu superstore tempat saya tinggal sekarang. Saya coba melakukan pengamatan adakah superstore itu penerapakan budaya 5R di dalamnya. Hampir dari segi keseluruhan superstore itu sudah menerapkan budaya 5R, mulai dari yang pertama :
Ringkas
Semua barang sudah dipilah-pilah sesuai dengan kegunaan dan ditempatkan pada tempatnya masing-masingsehingga menjadi lebih ringkas, dan pembeli dapat dengan mudah untuk mendapatkan barang yang di carinya serta bisa untuk menghemat waktu.
Adapaun manfaat lainnya seperti
·         Area kerja menjadi semakin luas dan banyak space yang bisa di manfaatkan
·         Mencegah dis-fungsional barang yang ada, yang sudah rusak dapat di ketahui dan tidak didispley lagi untuk di jual.
Mengurangi jumlah penggunaan media penyimpanan dan material handling tools. Misalnya, barang yang tadinya di letakkan berjauhan karena sudah diringkas menjadi lebih dekat. Demikian juga dengan menggunakan media storage seperti pallet. Pallet akan lebih efisien digunakan setelah prinsip kerja ringkas digunakan

Rapi
Rapi merupakan fase kedua dalam prinsip kerja 5R dan superstore ini juga sudah memenuhi kriteria kerapiannya, karena yang saya liat semua barang sudah tertata rapi di tempatnya masing-masing berdasarkan jenis barang dan fungsinya. Sehingga mempermudah pencarian barang karena barang-barang sudah terletak pada tempatnya. Mempermudah stock counting karena barang-barang sudah dirapikan sesuai dengan standart penyimpanan sehingga kondisi kerja terlihat rapi dan sedap dipandang mata.


Resik
Resik sama dengan bersih, bersih mulai dari barang sampai lingkungan dan di superstore ini yang saya liat, masih kurang dalam kebersihannya karena saya masih melihat ada debu di bawah kolong rag barang dan sisa-sisa sobekan kartun bekas serta ada bungkus buah yang tercecer di lantai dan tidak ada orang membersihkannya. Jadi menurut saya pegawainya di superstore ini kurang teliti dalam menjaga kebersihan.


Rawat
Rawat adalah penerapan secara berulang-ulang ketiga prinsip sebelumnya dan perawatan di superstore ini menurut yang saya liat juga sudah memenuhi prinsip ini. Setiap pagi karyawannya selalu melakukan checklist barang-barangnya, merapikan,membersikan sehingga kondisinya selalu terjaga dan terawat secara terus menerus.

Rajin
Rajin adalah fase terakhir dari keempat fase sebelumnya.Fase ini lebih mengarah kepada membangun kesadaran masing-masing individu untuk secara konsisten menjalankan 4R sebelumnya. Dari hasil observasi saya, para karyawannya lumayan cekatan dan paham akan tugas masing-masing, hanya saja ada beberapa koreksi kalau menurut saya tentang poin ke 5 ini, yakni bahwa masih saya jumpai kabel listrik yang ditaruh sembarangan, kurang rajin dalam sistem pengkabelan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar